Seseorang duduk di meja kayu membandingkan dua produk kemasan dan bahan segar di sampingnya

Garam · Gula Tambahan · Lemak

Cara sederhana membaca label kemasan

Rasa asin atau manis yang kuat sering berasal dari bahan yang tidak Anda sadari. Anda tidak perlu menghafal semua angka; cukup tahu bagian mana yang perlu dibandingkan, lalu pilih yang lebih rendah untuk kebutuhan harian Anda.

Kenapa label penting

Sebagian besar produk kemasan menyembunyikan bahan tambahan dengan nama yang tidak selalu jelas di mata awam. Tanpa membaca label, Anda hanya mengandalkan rasa, yang sering tidak bisa membedakan antara asin alami dan tambahan natrium.

Tiga hal yang paling perlu diperhatikan adalah garam, gula tambahan, dan lemak trans. Ketika Anda bisa membaca ini dengan cepat, keputusan belanja jadi lebih sadar. Latihan pertama tidak perlu panjang: ambil satu produk yang biasa Anda beli, lalu cari tiga kata kunci itu di daftar bahan.

  • Garam (natrium)Muncul juga sebagai penyedap dan pengawet, termasuk pada saus, roti, dan makanan kaleng.
  • Gula tambahanHadir dengan banyak nama, seperti sukrosa, sirup glukosa, atau sirup jagung.
  • Lemak transSering muncul pada produk yang melewati proses hidrogenasi.

Bagian mana yang harus dilihat lebih dulu

Urutan mengecek kemasan yang sama bisa dipakai untuk hampir semua produk. Anda tidak perlu menghitung apa pun, cukup melihat di mana posisi bahan muncul dan berapa angka per sajiannya.

  1. 1 Daftar bahan lebih dulu Urutannya menunjukkan porsi paling besar hingga paling kecil. Kalau gula atau sirup muncul di urutan awal, artinya porsinya cukup besar.
  2. 2 Baru tabel informasi nilai gizi Setelah tahu bahan utamanya, lihat angka per sajian untuk natrium, gula, dan lemak.
  3. 3 Jumlah sajian per kemasan Satu bungkus belum tentu dihitung sebagai satu sajian, dan angka inilah yang paling sering mengubah kesimpulan Anda.
Dua kaleng sarden sejenis di atas piring keramik, dibandingkan berdampingan di meja baja

Batasi garam

Natrium sering muncul dalam bentuk garam, penyedap, atau pengawet. Produk yang tampak tidak asin pun bisa mengandung natrium cukup tinggi, misalnya saus, roti, atau makanan kaleng. Karena itu, menilai dari rasa saja tidak cukup.

Cara praktis: bandingkan dua produk sejenis dan pilih yang angka natrium per sajian lebih rendah. Kalau Anda memasak sendiri, bumbu bisa dikurangi bertahap tanpa mengubah rasa secara drastis. Kurangi sedikit pada satu kali masak, lalu lihat apakah anggota keluarga masih merasa asinnya pas.

Perhatikan juga produk yang dikonsumsi dalam jumlah banyak sekaligus, seperti kerupuk, mi instan, atau bumbu sachet. Pada produk seperti ini, selisih beberapa angka per sajian bisa berarti cukup besar untuk satu hari.

Cara cepat di rak toko

  • Pegang dua produk sejenis, bukan dua jenis berbeda.
  • Samakan dulu jumlah sajiannya, baru bandingkan angkanya.
  • Ambil yang natrium per sajiannya lebih rendah dari keduanya.
  • Kalau pilihan hanya satu, kurangi porsi saus atau bumbunya.

Gula tambahan

Yang perlu diperhatikan adalah apakah ada gula tambahan, bukan hanya totalnya.

Gula tambahan bisa datang dengan banyak nama, seperti sukrosa, sirup glukosa, atau sirup jagung. Nama-nama ini jarang terasa manis saat dibaca, tetapi posisinya di daftar bahan memberi petunjuk besar: semakin dekat ke awal, semakin besar porsinya.

Minuman manis sering jadi sumber utama yang tidak terasa karena bentuknya cair. Satu botol kecil bisa habis dalam beberapa menit tanpa terasa seperti camilan. Untuk camilan, bandingkan varian tanpa tambahan gula bila tersedia, lalu sesuaikan dengan kebutuhan Anda.

Cari namanya, bukan rasanya

Sukrosa, sirup glukosa, dan sirup jagung adalah tiga sebutan yang paling sering muncul di kemasan lokal.

Cek minuman dulu

Minuman biasanya jadi tempat gula tambahan paling mudah menumpuk tanpa terasa.

Lemak trans

Lemak trans sering muncul pada produk yang melewati proses hidrogenasi. Cek daftar bahan untuk kata kunci tersebut dan bandingkan antar-produk.

Beberapa produk memang sudah mengurangi atau menghilangkannya dalam beberapa tahun terakhir, jadi membaca label bisa menunjukkan bedanya. Untuk makanan yang dimasak sendiri, lemak trans biasanya lebih mudah dikendalikan karena Anda tahu minyak yang dipakai.

Brokoli basah dan apel utuh di atas kain di meja dapur, tangan baru saja meletakkan apel

Ukuran sajian yang sering menjebak

Satu hal yang paling sering mengecoh: ukuran sajian. Satu kemasan kecil bisa dihitung sebagai dua sajian, sehingga angka gizi harus dikalikan dua bila Anda menghabiskannya sekaligus.

Untuk membantu, tetapkan porsi di wadah terpisah sebelum makan. Kebiasaan ini membuat perbandingan antar-produk jadi lebih adil.

Cara menghitung porsi

1 Baca jumlah sajian per kemasan di baris paling atas tabel.
2 Perkirakan berapa bagian yang benar-benar Anda makan sekaligus.
3 Kalikan angka natrium, gula, dan lemak dengan jumlah bagian itu.

Membandingkan dua produk sejenis

Cara termudah memahami label adalah dengan perbandingan. Ambil dua produk sejenis dan lihat per sajian untuk natrium, gula tambahan, dan lemak.

Tidak perlu mencari yang sempurna; cukup pilih yang lebih rendah dari keduanya. Kalau harganya jauh berbeda, timbang juga nilai praktis untuk Anda. Membaca label bukan soal menyingkirkan merek tertentu, melainkan membuat pilihan sadar.

Produk A

Natrium per sajian
Catat angkanya
Gula tambahan
Ada atau tidak
Jumlah sajian per kemasan
Baca dulu sebelum menghitung

Produk B

Natrium per sajian
Bandingkan dengan A
Gula tambahan
Cek urutannya di daftar bahan
Lemak jenuh dan trans
Pilih yang lebih rendah, bukan yang sempurna

Harga, ukuran kemasan, dan seberapa sering produk itu benar-benar Anda pakai tetap ikut menentukan. Label hanya satu bagian dari keputusan belanja.

Tangan pedagang menata sayuran dan buah di lapak pasar pada siang hari

Membaca label pada produk lokal

Banyak produk lokal mencantumkan informasi gizi dalam bahasa Indonesia. Meski begitu, istilah bisa berbeda-beda antar-merek.

Kalau Anda ragu, cari kata kunci seperti "natrium", "gula", atau "lemak jenuh" di daftar. Bila masih bingung, bandingkan produk tersebut dengan versi yang lebih sederhana, misalnya produk tanpa saus tambahan. Semakin sederhana komposisinya, biasanya semakin mudah dibaca.

Menyimpan kebiasaan ini juga membantu. Membaca label butuh waktu di awal, tapi lama-lama menjadi kebiasaan cepat. Simpan satu atau dua merek favorit yang sudah Anda pilih supaya belanja bulanan berikutnya lebih mudah. Kalau ada produk baru, luangkan beberapa detik untuk membandingkan. Kebiasaan ini paling terasa saat Anda belanja bulanan sekaligus, bukan saat membeli satu-satu di toko kecil.

Pertanyaan yang sering muncul saat membaca label

Apakah label harus dibaca sampai semua angkanya?

Tidak. Untuk sebagian besar keputusan belanja, cukup lihat daftar bahan, jumlah sajian per kemasan, lalu tiga angka: natrium, gula tambahan, dan lemak. Sisanya berguna kalau Anda membandingkan dua produk yang hampir mirip.

Kalau tidak ada tabel gizi, apa yang bisa dilihat?

Masih bisa melihat daftar bahannya. Perhatikan apakah gula, sirup, atau penyedap muncul di urutan awal, dan apakah ada kata hidrogenasi pada lemak. Itu sudah memberi gambaran kasar sebelum Anda memutuskan.

Apakah produk tanpa tambahan gula selalu lebih baik?

Belum tentu untuk semua orang. Yang perlu dinilai adalah keseluruhan produk: kadar natrium, jenis lemaknya, dan seberapa sering Anda mengonsumsinya. Varian tanpa tambahan gula bisa menjadi pilihan yang lebih mudah dibandingkan, tetapi bukan jawaban otomatis untuk setiap kebutuhan.

Berapa lama sampai kebiasaan ini terasa ringan?

Setiap orang berbeda. Yang biasanya membantu adalah membatasi latihan pada beberapa produk yang paling sering Anda beli, bukan seluruh rak. Setelah beberapa kali belanja bulanan, Anda biasanya sudah tahu merek mana yang ingin dibandingkan lebih dulu.

Menyimpan kebiasaan ini

Membaca label butuh waktu di awal, tapi lama-lama menjadi kebiasaan cepat. Simpan satu atau dua merek favorit yang sudah Anda pilih supaya belanja bulanan berikutnya lebih mudah. Kalau ada produk baru, luangkan beberapa detik untuk membandingkan.

Kalau ada produk yang masih membuat Anda ragu, kirimkan pertanyaannya. Kami juga menyediakan halaman tentang tim PranaFlow bila Anda ingin tahu bagaimana materi di situs ini disusun.

Bisa dihubungi

  • Jl. Jend. Sudirman No. 52, Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, 12190
  • +62 21 5297 8535
  • [email protected]
  • Senin–Jumat, 09.00–18.00 WIB

Materi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dengan tenaga kesehatan.